Posted by: zahrain on: August 19, 2008
Tadi pagi, saat saya menaiki bus DAMRI Dipati Ukur-Jatinangor, kampus Unpad penuh sesak oleh para mahasiswa baru yang akan menjalani Pengenalan Kampus alias OSPEK Universitas. Di benak saya, kenangan empat tahun yang lalu terbayang kembali di depan mata. Ada saya di sana, di antara kerumunan mahasiswa-mahasiswa baru itu: sendiri, nervous, culun, berkeringat dingin, senang, takut, semangat, dan deg-degan. Betapa semua perasaan itu masih saya ingat.
Lalu di bus, saya mengamati diri saya sendiri yang sekarang: sendiri, kesepian, biasa-biasa saja, tidak istimewa, belum punya rencana masa depan yang jelas, sering tidak puas dengan apa yang saya jalani, tapi masih punya semangat dan tekad yang teguh untuk menjalani hidup.
Lalu pandangan saya kembali jatuh pada mereka, lulusan fresh dari SMA-SMA berbagai daerah di Indonesia, dan entah mengapa tiba-tiba saya merasa iri. Ingin rasanya kembali menjadi mereka, rindu rasanya menjalani OSPEK dan berkeliaran di lingkungan kampus, daripada susah-susah bekerja, mencari kerja, membanting tulang bekerja keras menghidupi diri agar mandiri dan membuat orang tua merasa bangga memiliki anak sarjana yang berguna.
Lalu saya tersenyum sambil menghela napas, dan berpikir:
“Sudahlah, toh bagaimanapun juga saya pernah menjadi mereka, dan itu saja sudah cukup membahagiakan. Semoga saya tidak akan pernah lupa bersyukur pada-Nya atas hidup yang saya jalani sekarang….”
Semua kenang-kenangan (yang manis) terbayang kembali.
Dan aku sadar bahwa semuanya akan dan harus berlalu.
Tetapi ada perasaan sayang akan kenang-kenangan tadi.
Aku seolah-olah takut menghadapi ke muka dan berhadapan dengan masa kini
dan masa lampau terasa nikmatnya.
(Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran, 5 Agustus 1961)
Jatinangor, Connect No.9, pkl.10.10
[satu minggu sebelum Pak Dekan dan Pak Rektor mengesahkan saya menjadi Sarjana Sastra
]
sama ci, mikir gitu juga waktu liat mahasiswa baru..
hehe…
wuaaa..ociiii udah jadi sarjana nih? selamat ya..semoga ilmunya bisa diamalkan dengan baik
Iya Pra, alhamdulillah udah jadi sarjana nih diriku
Amiiin… makasih ya
![]()
udah jadi sarjana ya, mbak? slamat. semoga ilmunya bermanfaat. kapan mau nulis novel yang mengeksplorasi tentang eksotisme hujan?
Terima kasih
Memang saya berniat membuat novel tentang saya dan hujan, tapi bukan tentang eksotisme hujan karena di mata saya takada unsur eksotis dari hujan. Mungkin tentang keabstrakan hujan…? Entah, heuheuheu…
![]()
August 19, 2008 at 12:56 pm
Hehe, kalo daku mah malah pengen balik lagi jadi anak SMA … ^.^
Selamat datang di dunia orang ‘dewasa’, dunia di mana peperangan antara idealisme dan pragmatisme sering terjadi. Dunia di mana berjuta harapan saling bertabrakan. Dunia di mana mimpi-mimpi menanti untuk diwujudkan
Dunia di mana kita… terkadang merasa sendirian …
Yah, inilah dunia orang dewasa … sunyi, kalau kata teman saya.